Rabu, 23 Desember 2009

Pengguna Internet Indonesia Kurang Produktif

Aplikasi internet yang didukung broadband menawarkan peluang yang luar biasa untuk meningkatkan produktivitas suatu negara. Misalnya di dunia pendidikan, kesehatan, pemerintahan, dan bisnis. Bagaimana dengan tipe internet di Indonesia?
Merujuk hasil studi Nokia Siemens Network (NSN) yang dipaparkan di Menara Mulia , Selasa (22/12/2009), ternyata pengguna internet di Indonesia sekarang adalah orang-orang muda dengan kebutuhan internet mobile, yang berubah dari golongan pemula (adopter) ke lifestyle.
Dijelaskan oleh Yohanes Denny, Market Intelejen Unit NSN, bahwa rata-rata pengguna internet di Indonesia melakukan akses internt dari rumah, bukan cafe, kantor, atau tempat publik lainnya. Dan dari rumah tersebut mereka menggunakan jenis low akses bandwidth terbanyak dari handheld, bukan PC atau laptop.
"Waktu akses internet konsumen Indonesia rata-rata adalah 16% dalam seminggu, sedangkan spending belanja internet adalah 10% dari penghasilan", ujar Denny.
Ditambahkan Denny, dari 16% tersebut kesemuanya dilakukan untuk kebutuhan personal seperti FB, browsing, dan sebagainya. Saat di kantor mereka menggunakannya untuk menunjang produktivitas, sementara di luar kantor hanya untuk kebutuhan personal lagi.
Dari studi tersebut ditarik kesimpulan bahwa Indonesia berada di level bawah, karena akses internet digunakan untuk urusan konsumerisme dan cenderung kurang produktif.

Low Bandwidh, Tren Konsumen Indonesia
Denny menjelaskan bahwa koneksi internet bisa dilihat dari 2 sisi yakni jenis low bandwidth dan high bandwidt. Berdasar data NSN, ternyata masyarakat Indonesia lebih banyak menggunakan tipe low bandwidth, karena akses yang dilakukan melalui handheld mereka. "Rata-rata konsumen Indonesia sudah puas dan nyaman dengan bandwidth 300 kbps, karena akses melalui handheld berjenis low bandwidth", jelas Denny.
Dari sisi operator mungkin berpikir bahwa kecepatan internet adalah segalanya, karena memungkinkan akses aplikasi web berjenis high bandwidth, yang tujuan akhirnya adalah mendapatkan kepuasan konsumen. Sedangkan berdasar data NSN, ternyata kenyamanan adalah nomor satu. Dengan membuka aplikasi dari ponsel, berjenis low bandwidth rata-rata, konsumen sudah puas. Karena puas dengan low bandwidth, maka hal ini menjadi kebiasaan mereka untuk ""ngeksis di internet berbekal handheld kesayangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar