Selasa, 24 November 2009

Pemanasan Global Lebih Buruk dari Perkiraan

Sejak persepakatan Kyoto tahun 1997 tentang pemanasan global, perubahan iklim justru menunjukkan gejala memburuk dan makin cepat, melebihi perkiraan terburuk di tahun 1997. Ketika dunia selama belasan tahun bicara tentang pemanasan global, lautan Arktik yang tadinya beku kini mencair menjadi jalur-jalur baru perkapalan. Di Greenland dan Antartika, lapisan es telah berkurang triliunan ton. Gletser di pegunungan Eropa, Amerika Selatan, Asia, dan Afrika menciut sangat cepat.
Bersama itu pula, menjelang konferensi tingkat tinggi iklim di Kopenhagen bulan depan, fakta-fakta perubahan iklim lainnya terus berlangsung, antara lain :
Semua samudera di dunia telah meninggi 1.5 inch
Musim panas dan kebakaran hutan makin parah di seluruh dunia, dari Amerika bagian barat hingga Australia, bahkan sampai Gurun Sahel di Afrika Utara.
Banyak spesies kini terancam karena berubahnya iklim. Bukan saja beruang kutub yang kepayahan bermigrasi (yang telah menjadi icon pemanasan global), tapi juga pada kupu-kupu yang sangat rapuh, berbagai jenis spesies kodok, dan juga pada hutan-hutan pinus di Amerika Utara.
Temperatur selama 12 tahun terakhir lebih panas 0.4 derajat dibandingkan dengan 12 tahun sebelum 1997.

Sejak perjanjian untuk mengurangi polusi gas berefek rumah kaca ditandatangani di Kyoto, Jepang, Desember 1997, level karbondioksida di udara telah meningkat 6.5 persen. Petinggi dari seluruh dunia akan bertemu lagi di Kopenhagen bulan depan untuk membentuk suatu perjanjian lanjutan, yang menurut Presiden Barrack Obama "akan berdampak langsung secara operasional dan merupakan kemajuan dalam usaha menyatukan dunia untuk mencari pemecahan". Meski begitu, nyatanya usaha terakhir di Kyoto tak mendapatkan hasil yang diinginkan.
Dari 1997 hingga 2008, emisi karbondioksida di dunia akibat penggunaan bahan bakar fosil telah meningkat 31 persen; emisi gas berdampak rumah kaca di Amerika juga naik 3.7 persen. Emisi dari China, yang kini merupakan penyebab polusi terbesar untuk jenis ini, telah berlipat dua selama periode 12 tahun ini. Ketika senat AS keberatan atas persetujuan terdahulu dan Presiden George W Bush mengundurkan diri dari hal itu, artinya 3 penyebab polusi terbesar dunia -AS, China, dan India- tak berpartisipasi dalam perjanjian pengurangan emisi itu. Negara berkembang tak diikutsertakan dalam protokol Kyoto dan kini hal itu akan menjadi salah satu masalah utama di Kopenhagen.
Tahun 1997, pemanasan global adalah bahan pembicaraan ilmuwan di bidang iklim, pakar lingkungan dan pelobi kebijakan. Sekarang para pakar biologi, pengacara, ekonom, insyinyur, analis asuransi, manajer resiko, pakar bencana alam, pedagang komoditas, ahli nutrisi, pakar etika, dan bahkan psikolog turut terlibat dalam topik pemanasan global.
Perubahan dalam 12 tahun terakhir yang paling mengkhawatirkan para ilmuwan adalah yang terjadi di Arktik, dimana lautan es musim panasnya lumer, dan hilangnya massa es beralas daratan pada lokasi-lokasi kunci di seluruh dunia. Semuanya terjadi jauh lebih cepat dari perkiraan.
Dahulu du tahun 1997 tak ada orang yang menyangka bahwa lautan es di Arktik bisa meleleh -ini dimulai kira-kira 5 tahun lalu-. Dari 1993 sampai 1997, es di lautan biasanya mengecil kira-kira menjadi 2.7 juta mil persegi di musim panas. Dalam lima tahun terakhir, rata-rata hanya menjadi 2 juta mil persegi. Selisih itu sebesar Alaska.
Antartika mengalami peningkatan es laut yang kecil, dikarenakan efek dingin dari lubang ozon, menurut Survei Antarika Inggris. Dalam waktu bersamaan, bongkah-bongkah besar dari lapisan es lepas dari Semenanjung Antartika. Walau es di Samudera Arktik tak meningkatkan permukaan laut, tapi lumernya lapisan es raksasa dan gletser bisa menaikkan permukaan laut. Kedua hal tersebut terjadi dengan cepat di kedua kutub bumi.
Pengukuran menunjukkan bahwa sejak tahun 2000, Greenland telah kehilangan lebih dari 1.5 triliun ton es, sementara Antartika 1 triliun ton sejak 2002. Menurut beberapa laporan dari Dewan Antar-Pemerintahan untuk Perubahan Iklim, para ilmuwan tidak mengantisi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar